Edukasi Pemanfaatan Ampas Sagu menjadi Pupuk Organik Padat di Desa Mamala, Maluku Tengah
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pengolahan sagu di Desa Mamala, Kabupaten Maluku Tengah, menghasilkan ampas yang belum dimanfaatkan secara optimal, sementara sekolah memerlukan alternatif pembelajaran berbasis praktik mengenai pengelolaan limbah dan pupuk organik. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa serta guru SMA Muhammadiyah Mamala dalam mengolah ampas sagu menjadi pupuk organik padat dengan bahan yang tersedia secara lokal. Kegiatan dilaksanakan pada Januari–Februari 2025 melalui pendekatan learning by doing yang mencakup identifikasi kebutuhan, sosialisasi, diskusi, demonstrasi, praktik berkelompok, pendampingan fermentasi, dan evaluasi menggunakan kuesioner terhadap 32 responden. Proses pembuatan meliputi persiapan ampas sagu, penambahan gula merah, EM4, dan air, pencampuran, fermentasi, serta pemeriksaan warna, tekstur, dan aroma sebagai indikator kematangan. Hasil evaluasi menunjukkan penerimaan peserta yang tinggi. Sebanyak 17 responden menyatakan sangat setuju dan 15 setuju bahwa mereka memahami mekanisme pembuatan pupuk organik padat. Sebanyak 16 responden sangat setuju dan 14 setuju mengenai fungsi EM4 sebagai bioaktivator. Selain itu, 26 responden kurang setuju dan 4 sangat kurang setuju terhadap pernyataan bahwa bahan dan peralatan sulit diperoleh serta mahal, yang menunjukkan persepsi bahwa proses dapat diterapkan dengan sarana relatif terjangkau. Produk pupuk organik padat yang dihasilkan selanjutnya diaplikasikan pada tanaman di lingkungan sekolah. Program ini penting sebagai model edukasi lingkungan berbasis sumber daya lokal yang mendukung pengurangan limbah, pembelajaran praktis, dan praktik pertanian berkelanjutan.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Bagian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Cara Mengutip
Referensi
[1] P. B. Hastuti et al., "Pelatihan Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Padat dan Rumah Kompos," I-Com: Indonesian Community Journal, vol. 4, no. 4, pp. 2694-2705, 2024, https://doi.org/10.70609/icom.v4i4.5573.
[2] A. Q. A’yun, A. Ansori, R. Sekaringgalih, A. N. L. Rachmah, and Y. Susanti, "Peningkatan Kemampuan Masyarakat Melalui Sosialisasi Pembuatan Pupuk Bio Organik Dari Nasi Basi," SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, vol. 7, no. 2, pp. 885-891, 2023, https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i2.14891.
[3] M. Ramadhan et al., "Peningkatan Kesadaran Lingkungan melalui Edukasi Pengelolaan Sampah di Lingkungan Sekolah," Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), vol. 7, no. 2, pp. 594-602, 2026, https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.23444.
[4] A. N. L. Rachmah, Y. Susanti, A. Q. A’yun, A. Ansori, and R. Sekaringgalih, "Pemanfaatan Biji Lamtoro untuk Pembuatan Kecap dan Pemberdayaan Kelompok PKK di Desa Kaliploso Cluring, Banyuwangi," Warta LPM, vol. 26, no. 2, pp. 157-165, 2023, https://doi.org/10.23917/warta.v26i2.1094.
[5] D. A. Sari, R. Yanti, H. Ibrahim, and S. Dharma, "Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat dari Limbah Pertanian di Kelompok Tani Sadar Kelurahan Limbukan guna Mendukung Pertanian Berkelanjutan," I-Com: Indonesian Community Journal, vol. 4, no. 4, pp. 3065-3071, 2024, https://doi.org/10.70609/icom.v4i4.5796.
[6] R. Sekaringgalih, A. N. L. Rachmah, Y. Susanti, A. Q. A’yun, and A. Ansori, "Edukasi Pembuatan Pestisida Nabati dari Kulit Bawang Merah di Desa Bagorejo Kabupaten Banyuwangi," Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, vol. 8, no. 2, pp. 318-327, 2023, https://doi.org/10.30653/jppm.v8i2.335.
[7] Y. Mangera and Jamaludin, "Pelatihan Pemanfaatan Limbah Sagu sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik dengan Bioreaktor BSFL pada Kelompok Tani "Dwitrap" Kampung Tambat Kabupaten Merauke," ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi, vol. 2, no. 2, pp. 213-220, 2023, https://doi.org/10.55123/abdikan.v2i2.1760.
[8] L. M. C. Huwae, R. D. Hukubun, R. S. D. Suganda, S. Pratiwi, G. Vionae, Y. Ruspanah, and A. Renata, "Pemanfaatan Limbah Sagu Menjadi Biochar bagi Masyarakat di Negeri Seruawan, Seram Bagian Barat," Svarga Pena: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 31-39, 2025, https://doi.org/10.62951/svargapena.v2i1.115.
[9] L. Lewu et al., "Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat di Kelompok Tani Hortikultura, Kelurahan Kawangu-Sumba Timur," Karya Nyata: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 258-269, 2025, https://doi.org/10.62951/karyanyata.v2i2.1714.
[10] B. R. Kurniasani, S. D. Utari, A. Dwita, U. Wasilah, and B. D. Wulandari, "Pembuatan Pupuk Kompos Padat dari Limbah Kotoran Sapi untuk Meningkatkan Hasil Pertanian di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara," Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, vol. 6, no. 3, pp. 518-522, 2023, https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i3.4777.
[11] C. S. Widyananda, A. Hadi, Z. Shamad, and N. Hidayati, "Pemanfaatan Sekam Padi dan Kotoran Sapi Sebagai Bahan Pembuatan Pupuk Organik Padat di Desa Jarin Kecamatan Pademawu," Darmabakti: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 46-52, 2024, https://doi.org/10.31102/darmabakti.2024.5.01.46-52.
[12] Y. Y. Bolly, Y. Wahyuni, G. O. Apelabi, and M. A. Y. Nirmalasari, "Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Padat Berbahan Dasar Lokal untuk Mewujudkan Pertanian Organik Ramah Lingkungan di Kelompok Tani Alam Subur Desa Waigete," Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 87-91, 2021, https://doi.org/10.32764/abdimasper.v2i2.1599.
[13] Meriatna, S. Suryati, and A. Fahri, "Pengaruh Waktu Fermentasi dan Volume Bio Aktivator EM4 (Effective Microorganisme) pada Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Buah-Buahan," Jurnal Teknologi Kimia Unimal, vol. 7, no. 1, pp. 13-29, 2018, https://doi.org/10.29103/jtku.v7i1.1172.
[14] F. I. W. Rohmat et al., "Efektivitas Starter EM4 dan DLH dalam Pembuatan Pupuk Padat dari Limbah Sayuran, Daun, Kulit Kopi, dan Sampah Rumah Tangga," Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, vol. 13, no. 1, pp. 231-242, 2025, https://doi.org/10.26418/jtllb.v13i1.89420.
[15] Y. Susanti, A. Q. A’yun, A. Ansori, R. Sekaringgalih, A. N. L. Rachmah, and N. S. Hanum, "Pelatihan Pembuatan Minuman Probiotik Teh Kombucha dengan Varian Tanaman Herbal di Desa Bagorejo-Banyuwangi," Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, vol. 8, no. 2, pp. 410-420, 2023, https://doi.org/10.30653/jppm.v8i2.383.
[16] A. Ansori, R. Sekaringgalih, A. N. L. Rachmah, Y. Susanti, A. Q. A’yun, and I. P. Lestari, "Edukasi Pembuatan Teh Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) di Desa Bagorejo Kabupaten Banyuwangi," SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, vol. 7, no. 3, pp. 2026-2034, 2023, https://doi.org/10.31764/jpmb.v7i3.17254.
[17] K. Fadhli, M. Khomsah, R. G. Pribadi, and K. Firmasyah, "Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Pemanfaatan Pupuk Organik Padat Kohe Kambing dan Agens Hayati Mikoriza sebagai Alternatif Pertanian Berkelanjutan," Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 2, no. 2, pp. 64-70, 2021, https://doi.org/10.32764/abdimasper.v2i2.1749.
[18] A. N. L. Rachmah et al., "Peningkatan keterampilan siswa melalui pelatihan pengolahan limbah ampas sagu menjadi pupuk organik cair di SMAS Muhammadiyah Mamala, Maluku Tengah," SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, vol. 10, no. 2, pp. 1443-1454, 2026, https://doi.org/10.31764/jpmb.v10i2.38675.
[19] M. N. Ariefin, E. Knaofmone, R. A. Taopan, N. A. Simanjuntak, and D. P. Purba, "Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Padat untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan," PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 10, no. 11, pp. 2416-2422, 2025, https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i11.10355.
[20] W. Kuswandi, M. A. Reza, U. Nasution, and F. R. Rahman, "Pelatihan Inovatif Budidaya Maggot BSF untuk Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Desa Ciasihan," Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, vol. 10, no. 1, pp. 96-106, 2025.
[21] T. C. Trisnantari et al., "Edukasi ecoprint dengan teknik pounding berbasis kearifan lokal, sebagai pewarnaan ramah lingkungan di Mamala, Maluku Tengah," SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, vol. 9, no. 5, pp. 2987-2994, 2025, https://doi.org/10.31764/jpmb.v9i5.34077.
[22] S. Subramanian, M. Sivarajan, and S. Saravanapriya, "Chemical changes during vermicomposting of sago industry solid wastes," Journal of Hazardous Materials, vol. 179, no. 1-3, pp. 318-322, 2010, https://doi.org/10.1016/j.jhazmat.2010.03.007.
[23] M. La Habi, B. Prasetya, S. Prijono, and Z. Kusuma, "The effect of sago pith waste granule compost and inorganic fertilizer on soil physical characteristics and corn (Zea mays L.) production in Inceptisol," IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology, vol. 8, no. 2, pp. 32-40, 2014, https://doi.org/10.9790/2402-08223240.
[24] E. Kaya, J. A. Putinella, and F. Puturuhu, "Effect of sago palm waste compost and SP-36 fertilizer against fractionation of P on Ultisols," IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 393, no. 1, Art. no. 012014, 2019, https://doi.org/10.1088/1755-1315/393/1/012014.
[25] K. Q. Royana and E. Prihastanti, "Uji Penggunaan Limbah Sagu Sebagai Media Tanam Anggrek (Dendrobium sp.)," Buletin Anatomi dan Fisiologi dh Sellula, vol. 23, no. 1, pp. 108-117, 2015, https://doi.org/10.14710/baf.v23i1.8741.