Isi Artikel Utama

Abstrak

Hand sanitizer  merupakan produk antibakteri yang dibutuhkan dalam berbagai aktivitas untuk mengurangi perkembangan bakteri yang menempel pada tangan. Produk ini dinilai praktis dan mudah digunakan dibandingkan dengan sabun, terutama ketika akses terhadap air terbatas. Proses pembuatannya yang relatif sederhana juga memungkinkan untuk diterapkan melalui kegiatan pelatihan bagi masyarakat. Anak-anak dengan Down syndrome memiliki semangat belajar dan potensi untuk mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang menghasilkan karya bermanfaat. Namun, mereka masih sering menghadapi keterbatasan dalam memperoleh pendidikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan hand sanitizer  dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung pengembangan keterampilan, kreativitas, dan kepercayaan diri. Pelatihan ini bertujuan memberikan keterampilan praktis kepada anak-anak dengan Down syndrome agar mereka lebih mandiri dan percaya diri. Dalam proses pembuatan hand sanitizer,  peserta dapat belajar mengenali bahan, mengikuti tahapan kerja, menjaga kebersihan, serta memahami pentingnya keselamatan. Kegiatan ini juga mendorong kreativitas dalam memilih bahan yang aman, ekonomis, dan sesuai standar. Selain itu, keterampilan tersebut dapat menjadi bekal awal untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Dengan demikian, peserta memiliki peluang untuk terlibat dalam kegiatan produktif dan memperoleh akses ekonomi yang lebih luas. Pelatihan juga menjadi sarana interaksi dengan teman sebaya dan pendamping sehingga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dalam lingkungan sosial. Melalui kegiatan ini, anak-anak dengan Down syndrome diharapkan memperoleh pengetahuan, keterampilan, motivasi, dan pengalaman yang mendukung kemandirian mereka.

Cara Mengutip

Rismawati Rasyid, Fitra Jaya, Syarwan Hamid, & Astuti, A. R. A. (2026). Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer  Berbasis Lidah Buaya bagi Komunitas Orang Tua Anak dengan Sindrom Downdi Makassar. Katalis : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 2(2), 84-95. https://doi.org/10.63288/jipm.v2i2.25

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##

##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.noStats##

Referensi

[1] CDC, “hand sanitizer guidelines and recommendations,” U.S. Department of Health and Human Services. [Online]. Available: https://www.cdc.gov/clean-hands/about/hand-sanitizer.html

[2] World Health Organization, “Guidelines on Hand Hygiene in Community Settings.” [Online]. Available: https://www.who.int/publications/i/item/9789240116559

[3] J. Lee Jia Jiang, T. P. Yi, R. J. C. Bose, J. R. McCarthy, N. Tharmalingam, and T. Madheswaran, “hand sanitizer s : A Review on Formulation Aspects, Adverse Effects, and Regulations,” Int. J. Environ. Res. Public Health. Rev., vol. 17, no. 3326, 2020, https://doi.org/10.3390/ijerph17093326

[4] C. L. Futri and S. Yanti, “Evaluasi Fisik Sediaan Hand Sanitizer dari Lidah Buaya Segar,” J. Kesehat. Ilm. Indones. (Indonesian Health Sci. Journal), vol. 8, no. 1, pp. 197–203, 2023, [Online]. Available: https://doi.org/10.51933/health.v8i1.1048

[5] A. Z. Robbia, Y. Yahdi, and Y. K. Dewi, “Perbandingan pengaruh ekstrak lidah buaya (Aloe vera) dan ekstrak daun sirih (Piper betle L.) terhadap kualitas produk hand soap,” J. FKIP Univ. Mataram, vol. 16, no. 2, 2021, https://doi.org/10.29303/jpm.v16i2.2452

[6] D. E. De Souza and A. V. Macrow, “Evaluating a pilot education-to-work program for adults with Down syndrome,” Stud. Educ. Eval., vol. 70, 2021, https://doi.org/10.1016/j.stueduc.2021.101016

[7] L. Agustina et al., “Pelatihan Pembuatan hand sanitizer Lidah di Desa Pendem Kecamatan Ngaringan,” Bul. KKN Pendidik, vol. 4, no. 1, pp. 1–11, 2022, https://doi.org/10.23917/bkkndik.v4i1.19182

[8] A. O. T. Dewi, B. N. Setiawan, and F. Damayanti, “Pelatihan Pembuatan hand sanitizer dari Lidah Buaya kepada Masyarakat Dukuh Lawang Desa Jurug Boyolali sebagai Upaya Peningkatan Kemandirian Kesehatan,” J. Abdi Masy. Indones., vol. 2, no. 2, pp. 589–594, 2022, https://doi.org/10.23917/bkkndik.v4i1.19182

[9] Rahayu, T. P., & Khuluq, M. H. (2021). Formulasi Hand Sanitizer dari Bahan Lidah Buaya (Aloe Vera) di Desa Bejiruyung, Sempor, Kabupaten Kebumen. Abdi Teknoyasa, 2(2), 53–56. https://doi.org/10.23917/abditeknoyasa.v2i2.322

[10] I. H. Pratama, S. A. Putri, P. Fauziah, and N. Fitriana, “Pemanfaatan Aloe Vera dan Air Beras Sebagai Bahan Alami Pembuatan hand sanitizer Pouch Gantung,” Bus. Manag. J., vol. 02, pp. 30–38, 2024. https://doi.org/10.59966/bisma.v2i1.790

Show All References (10 more)

[11] Centers for Disease Control and Prevention, “About Hand Hygiene in Schools and Early Care and Education Settings,” U.S. Department of Health and Human Services. [Online]. Available: www.cdc.gov

[12] World Health Organization, “Standard precautions for the prevention and control of infections: Key elements at a glance: Risk assessment,” Aide-memoire, pp. 1–5, 2022.

[13] I.F. Muslim., F. Salsabila., and P. Priyono., "Urgensi model komunikasi dua arah pada proses pendidikan". Intelektium, 3(2), pp.147-151,2022.

[14] D. Ramadhani, “Pengelolaan Sarana Prasarana Dalam Mendukung Kegiatan Operasional Perusahaan,” Maeswara J. Ris. Ilmu Manaj. dan Kewirausahaan, vol. 1, no. 6, 2023, https://doi.org/10.61132/maeswara.v1i6.403

[15] I. Purwandani, E. Nurhayaty, and L. D. Utami, “Peningkatan Kesadaran Lingkungan Berbasis IPTEK Di Teman Lingkungan 07 Bojonggede”. 2025. Jurnal Abdimas Ekonomi Dan Bisnis 5 (2): 174-81. https://doi.org/10.31294/abdiekbis.v5i2.11103.

[16] M. Dewi, E. Mustari, and N. Rahmawati, “Teknologi Pengolahan Limbah Organik Menjadi Produk Bermanfaat Guna Menunjang Pertanian Berkelanjutan di Desa Argo Mulyo Daerah Penyangga Ibu Kota Nusantara,” JOMPA ABDI J. Pengabdi. Masy., vol. 4, no. 4, pp. 96–101, 2025, https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2194

[17] M. E. Purnomo et al., “Pelatihan dan Pendampingan Penguatan Literasi Berbasis Deep Learning Dan Penerapannya Pada Siswa Smpn 3 Pemulutan Ogan Ilir,” J. Pendidik. dan Pengabdi. Masy., vol. 9, no. 2, 2026, http://dx.doi.org/10.29303/jppm.v9i2.11346

[18] R. Muhfidin, S. N. Sari, and R. Kartikasari, “Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam Produksi,” I-Com Indones. Community J., vol. 5, no. 3, pp. 1255–1265, 2025, http://dx.doi.org/10.29303/jppm.v9i2.11346

[19] A. Faisal, P. Kuswarini, and Masdini, “Pelatihan Pengajaran Bahasa Asing Dengan Mudah dan Menyenangkan Bagi Para Guru/Pengajar Bahasa Prancis Se-Makassar,” Khazanah Pengabdi., vol. VI, no. 2, pp. 12–23, 2024. https://journal.unhas.ac.id/index.php/kp/article/view/32257

[20] Mira, Yuhansyah, Izma Daud, Masniah, and R. M. Apsari, “Pemanfaatan Media Sosial dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Deteksi Dini Dehidrasi Pada Anak Diare,” J. Kreat. Pengabdi. Kpd. Masy., pp. 5962–5973, 2025, https://doi.org/10.33024/jkpm.v8i12.22037