Main Article Content

Viva Hadyasri Taslim
Syam Ardhy Dabi Dabi

Abstract

Peningkatan angka kriminalitas di Indonesia dari tahun ke tahun turut melibatkan anak dan remaja sebagai pelaku tindak pidana, sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Anak binaan yang ditempatkan di LPKA dihadapkan pada perubahan lingkungan yang signifikan, keterbatasan aktivitas, kepadatan hunian, serta isolasi dari masyarakat, yang berpotensi menimbulkan stres berkepanjangan. Kondisi stres yang tidak terkelola dengan baik dapat memengaruhi kesehatan mental serta menghambat proses pembinaan anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan coping stres anak binaan di LPKA Kelas II Ternate melalui pendekatan psikoedukasi dan pelatihan manajemen stres. Metode pelaksanaan kegiatan meliput tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 23 anak binaan, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, oberservasi, serta angket. Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang stres, sumber stres, serta strategi coping stres.  Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak binaan mengenai penyebab stres, kemampuan mengelola emosi, serta penerapan strategi coping yang lebih adaptif dalam menghadapi tekanan selama menjalani masa pembinaan. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan mental anak binaan serta mendukung efektivitas program pembinaan di LPKA Kelas II Ternate.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Taslim, V. H., & Dabi Dabi, S. A. . (2026). Efektivitas Psikoedukasi dan Pelatihan Manajemen Stres dalam Meningkatkan Coping Stres Anak Binaan di LPKA Kelas II Ternate. KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat, 2(1), 37-43. https://doi.org/10.63288/jipm.v2i1.20

References

[1] Badan Pusat Statistik, Statistik Kriminal 2023, Jakarta: BPS, 2023.

[2] Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), 2012.

[3] D. Anggraini, T. Hadiati, dan S. W. A. S. "Perbedaan Tingkat Stres dan Tingkat Resiliensi Narapidana yang Baru Masuk dengan Narapidana yang akan Segera Bebas (Studi pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Semarang)". J. Kedokteran Diponegoro, vol. 8, no. 1, pp. 148–160, 2019, doi: https://doi.org/10.14710/dmj.v8i1.23308

[4] A. Agoes, dkk., Teori dan Manajemen Stres: Kontemporer dan Islam, Malang: Taroda, 2003.

[5] F. Mashudi, Psikologi Konseling, Yogyakarta: IRCISOD, 2012.

[6] E. Armajayanthi, E. Victpriana, dan K. L. Ayu, "Studi Deskriptif Mengenai Coping Stres Pada Ibu Yang Memiliki Anak Dengan Autism Sebuah Penelitian Di Sekolah 'X' Bandung," J. Humanitas, vol. 1, no. 1, p. 41, 2017, doi: https://doi.org/10.28932/humanitas.v1i1.401

[7] Johannes, "Hubungan Antara Tingkat Stres Kerja Dengan Pemilihan Coping Stres Strategy Karyawan Di Kantor Pusat Adira Insurance," J. Psikologi, vol. 2, no. 1, pp. 214–227, 2011, doi: https://doi.org/10.21512/humaniora.v2i1.2972

[8] Suyuno, "Keefektifan Teknik Relaksasi Untuk Menurunkan Stres Akademik Siswa SMA," J. Psikologi, vol. 4, no. 2, pp. 115–120, 2016.

[9] I. Rafi’athallah dan I. Santoso, "Penanganan Coping Stres Pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas dan Rutan," Innovative: J. Soc. Sci. Res., vol. 2, no. 1, 2022, doi: https://doi.org/10.31004/innovative.v2i1.2863

[10] S. U. U., E. R., dan A. M. Dharma, "Dampak Positif Coping Stres terhadap Kesehatan Mental Remaja," J. Islamic Guid. Conseling, vol. 1, no. 2, pp. 115–127, 2022, doi: http://dx.doi.org/10.29300/istisyfa.v1i2.2420

[11] C. E. Umboh, L. N. Af’idati, B. A. Suryanto, dan A. R. Ramadhan, "Cara Menghindari Coping Stres yang Tidak Produktif pada Remaja," J. Psikologi, pp. 1–9, 2016.

[12] J. Andriyani, "Strategi Coping Stres dalam Mengatasi Problematika Psikologi," J. AT-TAUJIH Bimbing. Konseling Islam, vol. 2, no. 2, pp. 37–55, 2019, doi: https://doi.org/10.22373/taujih.v2i2.6527

[13] S. L. Brown dan C. A. Ireland, "Coping Style and Distres in Newly Incarcerated Male Adolescents," J. Adolesc. Health, vol. 38, pp. 656–661, 2006, doi: https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2005.09.005

[14] R. Wiyati, "Pengaruh Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Klien Isolasi Sosial," J. Keperawatan Soedirman (The Soedirman J. Nurs.), vol. 5, no. 2, pp. 85–94, 2010, doi : http://dx.doi.org/10.20884/1.jks.2010.5.2.275

[15] C. R. T. Nainggolan dan H. Hamidah, "Psikoedukasi Parenting untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu dalam Mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan," Analitika, vol. 11, no. 2, p. 88, 2019, doi: https://doi.org/10.31289/analitika.v11i2.2799

[16] C. J. Holahan dan R. H. Moos, "Personal and Contextual Determinants of Coping Strategies," J. Pers. Soc. Psychol., vol. 52, no. 5, pp. 946–955, 1987, doi: https://doi.org/10.1037/0022-3514.52.5.946

[17] E. P. Sarafino, Health Psychology: Biopsychosocial Interactions, New York: John Wiley & Sons, Inc., 2009.

[18] W. E. Schafer, Stres Management for Wellness, California: Thompson Inc., 2000.

[19] S. E. Taylor, Health Psychology, Singapore: McGraw-Hill Book Co., 1995.